BREAKING NEWS

Google dan Meta Bangun Kabel Laut Raksasa di Indonesia? Ada Apa Ini!

Google dan Meta Bangun Kabel Laut Raksasa di Indonesia? Ada Apa Ini!

Google dan Meta Bangun Kabel Laut Raksasa di Indonesia? Ada Apa Ini!

Pernah nggak sih kamu bayangin, internet super cepat itu datangnya dari mana? Bukan cuma dari satelit di atas kepala, lho. Ternyata, ada kabel-kabel raksasa di bawah laut yang jadi tulang punggungnya. Nah, seriusan nih, dua raksasa teknologi, Meta (yang punya Facebook, Instagram, WhatsApp) dan Google, kabarnya lagi bangun kabel bawah laut segede gaban di perairan Indonesia! Gila, kan? Tapi, kenapa mereka repot-repot kayak gitu? Dan apa untungnya buat kita? Yuk, kita bedah satu-satu!

Latar Belakang Pembangunan Kabel Laut

Oke, gini. Bayangin aja, makin banyak orang pakai internet, makin banyak data yang harus ditransfer. Dulu, internet kayak jalan kampung, sepi. Sekarang udah kayak jalan tol pas mudik Lebaran, macet total! Nah, kabel bawah laut ini ibarat jalan tol baru, bikin lalu lintas data jadi lebih lancar jaya. Meta dan Google, sebagai penguasa dunia maya, tentu aja pengen pengalaman pengguna mereka (termasuk kita-kita ini) makin mulus. Makanya, mereka investasi besar-besaran di infrastruktur kayak gini.

Persetujuan Pemerintah dan Konsorsium Apricot

Eh, tapi bangun kabel di laut itu nggak segampang masang kabel di rumah, ya. Harus dapat izin dari pemerintah dulu, dong. Nah, untungnya, pemerintah Indonesia gercep juga nih. Kabarnya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) udah ngasih lampu hijau buat proyek ini. Mereka udah nerbitin Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (PKKPRL) buat konsorsium Apricot. Apricot ini kayak tim gabungan gitu, isinya nggak cuma Meta dan Google, tapi juga perusahaan telekomunikasi gede lainnya kayak Chungwa Telecom, NTT, dan PLDT. Jadi, bukan cuma Meta dan Google aja yang ikutan patungan, rame-rame bikin "jalan tol" bawah laut ini.

Detail Proyek SKKL Apricot

SKKL? Apaan tuh? Singkatan dari Sistem Komunikasi Kabel Laut. Agak teknis ya, tapi intinya ya itu tadi, kabel raksasa di bawah laut. Nah, proyek Apricot ini panjangnya hampir 12 ribu kilometer! Seriusan, itu kayak dari Jakarta ke Los Angeles bolak-balik! Kabel ini bakal menghubungkan banyak tempat, dari Guam, Jepang, Filipina, Singapura, Taiwan, sampai... tadaaa! Indonesia!

Jalur Kabel dan Titik Pendaratan di Indonesia

Terus, kabelnya lewat mana aja di Indonesia? Dan mendaratnya di mana? Nah, ini juga penting. Kabarnya, kabel Apricot ini bakal mendarat di Batam dan Tanjung Pakis. Kenapa di situ? Ya, mungkin karena lokasinya strategis, deket sama pusat data atau infrastruktur telekomunikasi lainnya. Yang jelas, dengan adanya kabel ini, koneksi internet di wilayah-wilayah tersebut (dan sekitarnya) diharapkan bisa makin ngebut.

Proses Perizinan dan Kecepatan Proses di Indonesia

Jujur aja, aku juga sempat mikir, ngurus izin proyek segede ini pasti ribetnya minta ampun. Tapi, ternyata, pemerintah kita lumayan gercep juga, lho. Menurut KKP, proses perizinannya tergolong cepat, sekitar 1,7 tahunan. Ya, lumayan lah ya, nggak kayak nungguin mie instan mateng padahal cuma 3 menit. Artinya, pemerintah juga sadar betapa pentingnya infrastruktur internet buat kemajuan negara kita.

Proyek Kabel Laut Sebelumnya: Echo dan Bifrost

Eh, ini bukan pertama kalinya Meta dan Google bangun kabel laut di Indonesia, lho. Sebelumnya, mereka juga udah ikutan proyek serupa, namanya Echo dan Bifrost. Denger namanya aja udah kayak judul film fantasi, ya.

Keterlibatan Meta, Google, dan Mitra Lokal

Nah, proyek Echo dan Bifrost ini juga nggak kalah gedenya. Panjangnya sekitar 15 ribu kilometer! Kabelnya menghubungkan pantai barat Amerika Serikat dengan Indonesia dan Singapura. Bedanya, di proyek ini, Meta dan Google menggandeng mitra lokal, kayak XL Axiata (sekarang XLSmart) buat Echo, dan Telin (anak perusahaan Telkom) bareng Keppel dari Singapura buat Bifrost. Intinya sih, Meta dan Google nggak kerja sendirian, mereka juga melibatkan perusahaan-perusahaan Indonesia buat bangun infrastruktur internet kita.

Intinya sih, ya gitu… Meta dan Google lagi gencar-gencarnya investasi di infrastruktur internet Indonesia. Kenapa? Ya, karena mereka pengen pengalaman pengguna mereka makin oke, dan juga karena potensi pasar internet di Indonesia itu gede banget. Dengan adanya kabel-kabel laut raksasa ini, koneksi internet kita diharapkan bisa makin cepat, makin stabil, dan makin murah.

Jadi, gimana? Udah kebayang kan betapa pentingnya kabel laut ini buat kehidupan kita sehari-hari? Mulai dari streaming film, main game online, sampai video call sama keluarga di kampung, semuanya jadi lebih lancar berkat kabel-kabel ini. Sekarang, giliran kamu nih yang mikirin, apa yang bakal kamu lakuin kalau internet di rumah kamu tiba-tiba jadi super ngebut? Share dong di kolom komentar!

Latest News
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Post a Comment